Belajar Menghadapi Bos dari Anak Usia 4 Tahun

Posted on Oktober 24th, 2008 in Pendidikkan by berockkage

Kemahiran kita menghadapi atasan atau rekan kerja memang ikut menentukan kelancaran pekerjaan, bahkan kesuksesan karir. Selain lewat buku-buku manajemen atau kelas training, ternyata kita bisa, mendapat ilmu cara membina hubungan dengan atasan dari perilaku anak usia 4 tahun.

1. Belajar menolak dengan halus

Saat si 4 tahun tak mau disuruh melakukan sesuatu, ia akan tersenyum penuh arti sambil memandang langsung ke mata. Bahasa tubuhnya ini menyimpan pesan, “maaf aku mengecewakan bunda”. Kadangkala, si kecil juga sudah bisa menolak sambil mengatakan, “tidak, terima kasih.”

Pertama, kata “maaf, terima kasih”, adalah ungkapan yang sopan. Kedua, bahasa tubuh yang dipakai serta ekspresi wajah yang ditunjukkan sangat halus dan tidak menampilkan adanya konfrontasi. Dengan cara halus seperti itu, siapa pun tak akan memberikan respon yang negatif.

2. Tak mudah menyerah

Anak-anak punya semangat pantang menyerah dan gigih memperjuangkan sesuatu yang mereka inginkan. Bila permintaanya di tolak, ia akan bertanya apa alasannya, dan berusaha menerima penjelasan. Tapi, di lain kesempatan ia akan mengulangi lagi permintaannya.

Anda juga bisa punya semangat pantang menyerah dan kemauan untuk menerima penjelasan dengan hati lapang. Temukan motivasi dari dalam diri sendiri agar Anda tidak cepat menyerah bila menemui masalah di tempat kerja.

3. Senang bereksplorasi

Anak-anak di usia ini masih senang mengeksplorasi lingkungannya dan mencoba melakukan sesuatu yang baru. Meski begitu, anak usia ini juga masih sering minta persetujuan orangtuanya. Belajar dari si 4 tahun, kembangkan rasa percaya diri Anda untuk menerima setiap tantangan sebagai kesempatan untuk unjuk gigi.

 

::: Mengajari Anak Sopan Santun :::

Posted on Oktober 24th, 2008 in Pendidikkan by berockkage

Perlukah anak diajarkan sopan santun??? Pasti bagi anda orang tua ingin sekali anak anda sopan kesiapapun. Ingin tahu bagaimana caranya?


1. Jadikan diri Anda sebagai model. Masa anak-anak merupakan masa imitasi. Setiap perilaku orangtua ditiru anak. Bila Anda berbicara dengan mulut penuh makanan, besar kemungkinan anak Anda juga melakukan hal yang sama.

 

2. Sampaikan apa yang Anda inginkan dari anak. Misalnya, dalam perjalanan ke kesekolah jelaskan, “Ibu harap, disekolah jangan nakal ya.”

 

3. Beri pujian. Bila anak telah bersikap sopan, tak ada salahnya memberi pujian. Misalnya jika anak mengucapkan terima kasih pada temannya yang sudah meminjamkan buku, katakan, “Wah, anak ibu yang satu ini memang baik dan sopan.”

 

4. Jangan paksa anak untuk menjadi sempurna. Bila Anda berharap terlalu banyak dari anak, bisa-bisa yang terjadi adalah “perang” dengan anak. Lakukan secara bertahap, sesuai perkembangan anak.

 

5. Jangan mempermalukan anak. Salah adalah hal biasa. Begitu pula jika anak melakukan kekeliruan yang menurut Anda tidak sopan. Beritahu anak kesalahannya dan katakan apa yang Anda harapkan. Jangan langsung memarahi atau mempermalukannya di depan orang lain.